Sejarah Doa Nabi Sulaiman untuk Ratu Balqis (Menundukan Hati)

Doa Nabi Sulaiman untuk Ratu Balqis (Menundukan Hati), Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Damai Sejahtera Untuk Kita Semua, Mungkin sebagaian orang pasti sudah mendengar kisah cerita Beliau as saat ingin menaklukan hati wanita ratu balqis. Dan mungkin sebagian saudara-saudara yang tidak mengetahui kisah ceritanya Beliau dengan Jin Balqis, maka kita dapat membahas secara bersam-sama.

Saat ketika beliau sudah memiliki kekayaan melimpah ruah, kekuatan tiada tandingan di bumi, serta kekuasaan yang belum ada sebelumnya, Dan Nabi Sulaiman bertemu dengan ratu balqis. Penyebab bertemunya Beliau dengan Jin Balqis ialah dari burung hud-hud.

JIKA ANDA MEMILIKI MASALAH ASMARA, CINTA, JODOH DAN RUMAH TANGGA. JANGAN KHAWATIR DAN JANGAN PUTUS ASA… SETIAP MASALAH PASTI ADA SOLUSINYA. SEGERA KONSULTASIKAN MASALAH ANDA, KEPADA AHLINYA IBU DEWI ASIH DI NOMOR 085792496344

Dikisahkan pada suatu hari Nabi Sulaiman as telah mengeluarkan perintah pada pasukan untuk bersiap. Dan satu demi satu pasukan diteliti kehadiranya, seperti kelompok manusia, beliau mengeluarkan tugas-tugasnya. Kelompok jin, beliau juga mengeluarkan perintahnya untuk bertugas, dan untuk kelompok binatang, beliau lebih dahulu berkata pada mereka, apakah mereka telah makan dengan baik dan apakah ada yang sakit ? setelah itu beliau mamasuki tenda berkumpulnya burung untuk mengamatinya juga, akan tetapi ternyata burung hud hud tidak hadir pada tempatnya tersebut. Beliau berkata :

وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لَا أَرَى الْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ الْغَائِبِينَ

Arab-Latin: Wa tafaqqadaṭ-ṭaira fa qāla mā liya lā aral-hudhuda am kāna minal-gā`ibīn

Terjemah Arti: Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. An naml 20

Sejarah Doa Nabi Sulaiman untuk Ratu Balqis (Menundukan Hati)

Ayat tersebut menceritakan bahwa saat beliau Sulaiman berkata dengan burung yang lain. Akan tetapi semua terdiam karena tidak mengetahui kepergian burung hud hud tersebut. Sebab burung hud hud pergi tanpa meminta izin serta tidak memberitahukan lebih dahulu pada beliau Nabi Sulaiman as. Dalam keadaan marah beliau berkata :

لَأُعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَذْبَحَنَّهُ أَوْ لَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ

Arab-Latin: La`u’ażżibannahụ ‘ażāban syadīdan au la`ażbaḥannahū au laya`tiyannī bisulṭānim mubīn

Terjemah Arti: Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”.

Walaupun beliau terkenal dengan kasih sayangnya, akan tetapi kemarahan tersebut karena burung hud hud (salah) sebab pergi tanpa izin dan lagi hud hud menjadi bagian penting dari badan perisikan. Dan terdapat satu ekor burung gemetaran hingga ketakutan melihat beliau marah, lalu beliau menghulurkan tanganya ke burung tersebut serta memegang kepalanya sehingga burung tersebut rasa takutnya menjadi hilang.

Beliau lalu kembali ke istana serta befirikir mengapa burung hud hudu pergi tanpa izin ? Apakah pergi untuk menyiapkan sesuatu atau hanya untuk mencari kesenangan saja ? Beberapa lama kemudian lalu akhirnya burung hud hud tiba di tendanya. Burung lain berkata : pergilah kau ke tempan tuan sulaiman, apabila dia mengetahui bahwa engkau sudah datang, sungguh jiwamu benar-benar terancam, kecuali engkau memberikan kabar penting untuk tuan sulaiman.

Setelah mendengar perkataan itu, burung hud-hud langsung terbang untuk segera menemui beliau sulaiman as. Hingga pada akhirnya hud hud berdiri tepat di depan Beliau as, memulai pembicaraan kemana dia pergi. Burung hud hud berkata : Aku pergi ke kerajaan Saba’ dengan membawakan berita yang sangat penting. Perkataan hud hud terdapat di surat An Naml ayat 23-24 isinya yakni :

إِنِّي وَجَدْتُ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ

وَجَدْتُهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ

Arab-Latin: Innī wajattumra`atan tamlikuhum wa ụtiyat ming kulli syai`iu wa lahā ‘arsyun ‘aẓīm

Wajattuhā wa qaumahā yasjudụna lisy-syamsi min dụnillāhi wa zayyana lahumusy-syaiṭānu a’mālahum fa ṣaddahum ‘anis-sabīli fa hum lā yahtadụn

Terjemah Arti: Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.

Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,

Kemudian Nabi Suliaman tersenyum serta berkata pada hud hud terdapat surat QS An Naml ayat 27 yang artinya :

 

 قَالَ سَنَنْظُرُ أَصَدَقْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْكَاذِبِينَ

 

Arab-Latin: Qāla sananẓuru a ṣadaqta am kunta minal-kāżibīn

Terjemah Arti: Berkata Sulaiman: “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.

Lalu beliau terdiam, terdiam karena memikirkan perkataan dari burung hud hud apakah informasi yang di dapatinya itu benar atau tidanya. Lalu kemudian Beliau memutuskan untuk menuliskan surat singkat diberikan pada burung hud hud untuk di serahkan kepada mereka.

Kemudian burung hud hud pergi kembali ke kerajaan Saba’ untuk menjalankan tugas dari beliau dan menjatuhkan surat tersebut kepada mereka serta mengamatinya pembicaraan mereka dari jauh. Ketika surat dari sulaiman sudah jatuh pada pemimpin kerajaan yakni ratu Balqis. Jin balqis tersebut membacakan surat di depan para pembesar serta para menteri di kerajaan itu. Inilah doa Nabi Sulaiman untuk ratu Balqis  atau untuk menundukan jin balqis terdapat surat An Naml ayat 30-31.

 

Bacaan surah An Naml ayat 30-31 bahasa arab latin dan artinya :

إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

Arab-Latin: Innahụ min sulaimāna wa innahụ bismillāhir-raḥmānir-raḥīm

Allā ta’lụ ‘alayya wa`tụnī muslimīn

 

Terjemah Arti: Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

 

Pada surat An Naml ayat 30-31 yakni surat yang diberikan pada Jin Balqis untuk segera menyerahkan diri serta tunduk pada perintahnya. Nabi Sulaiman as memerintahkan supaya mereka untuk segera meninggalkan penyembahan matahari tersebut. dan membimbingnya untuk berada di jalan yang benar yakni menyembah Allah SWT.

Itulah doa yang dikatakan oleh doa Nabi sulaiman untuk ratu balqis. Dan saat itulah jin Balqis hatinya telah tersentuh oleh surat yang diberikan Beliau, sehingga dia berfikir dengan baik untuk membuat keputusan tersebut, salah satunya tidak mengambil keputusan untuk berperang dengan tentara Nabi Sulaiman yang tidak ada tandingannya.

Pada saat itu kerajaan Saba’ hanya mengetahui bahwa Beliau as tidak ada apa apanya dibandingkan sama kerajaanya. Maka dia pergi ketempat kerajaan Nabi Sulaiman untuk melihat dan memberikan hadiah yang mungkin beliau iri dengan kekayaan yang di miliki oleh kerajaan Saba’. Akan tetapi setelah pembesar serta menteri dari kerajaan Saba’ datang di kerajaan sulaiman dia tercegang melihat kekayaan yang dimilki oleh Beliau as. serta barang yang dihadiahkan untuk Nabi Sulaiman tidak apa-apanya. Lalu pulanglah pembesar serta menteri tersebut ke istana Saba’ dan membicarakan kejadian yang dilihat tersebut kepada ratu balqis dan untuk melakukan perdamaian dengan Beliau tersebut.

Dan Jin balqis pun memutuskan untuk mengunjungi serta melihat dengan mata kepala sendiri mengenai istana Sulaiman yang membuat menteri berserta pembesarnya hingga sampai geleng-geleng kepala. Sebelum datangnya jin balqis ke kerajaan Sulaiman. Beliau memerintahkan para pembesarnya untuk memindahkan istana Balqis disini beliau berkata :

قَالَ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ أَيُّكُمْ يَأْتِينِي بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَنْ يَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

Arab-Latin: Qāla yā ayyuhal-mala`u ayyukum ya`tīnī bi’arsyihā qabla ay ya`tụnī muslimīn

Terjemah Arti: Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

Pertanyaan tersebut di jawab oleh jin ifrit yang cerdik dengan berkata dia mampu memindahkan istana ratu balqis sebelum Sulaiman berdiri dari tempat duduknya. Hal ini memang aneh tapi nyata, sebab kisah cerita tersebut termatup dalam kitab suci Al Qur’an. Rasanya tidak mungkin jika kerajaan Sulaiman berada di palestina sedangkan kerjaan jin balqis berada di Yaman dapat dipindahkan dalam hitungan detik saja.

Dan seseorang memilki ilmu Al Kitab pun dapat memindahkan istana ratu balqis sebelum mata beliau berkedip. Jin ifrit pun tercegang melihat seorang bisa memindahkan istana balqis sebelum berkedip. Lalu beliau sulaiman berkata dalam surat An Naml ayat 40 :

قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ

Arab-Latin: Qālallażī ‘indahụ ‘ilmum minal-kitābi ana ātīka bihī qabla ay yartadda ilaika ṭarfuk, fa lammā ra`āhu mustaqirran ‘indahụ qāla hāżā min faḍli rabbī, liyabluwanī a asykuru am akfur, wa man syakara fa innamā yasykuru linafsih, wa mang kafara fa inna rabbī ganiyyung karīm

Terjemah Arti: Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

Seseorang tersebut dapat memindahkan istana di hadapan Sulaiman sebelum beliau berkedip. Lalu beliau berkata di surat An Naml ayat 40 tersebut. dalam Al Qur’an tidak di jelaskan mengenai seseorang tersebut apakah malaikat, jin atau bahkan manusia. Yang tertulis ialah seseorang yang memiliki ilmu Al Kitab.

Sampai tibalah ratu balqis ke istana sulaiman yang berdekatan dengan istananya sendiri. Melihat keajaiban tersebut ratu balqis sadar karena salah menyembah matahari yang merupakan ciptaan dari Allah SWT. Saat itulah ratu Balqis masuk ke islam.

Sekiranya itu mengenai doa nabi sulaiman untuk ratu balqis berserta kisah cerita singkat Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis. Terdapat amalan Surat An Naml ayat 30-31 memiliki keistimewaan yakni untuk doa penunduk hati, seperti untuk menundukan hati anak yang tidak mau mendengar kata kata orang tuanya atau tidak menghormati orang tuanya, untuk dilain waktu akan berbagi mengenai amalan doa bersebut. Semoga dapat bermanfaat bagi semua dan pembaca. Demikianlah tentang doa Nabi Sulaiman untuk Ratu Balqis (MenundukanHati)